random sketch

Sunday, January 10, 2010 § 0


zoom.. zoom.. zoom.. (click the picture)

Primates project from Ka Raes, my senior in college..

§ 0

..and these are two illustrations I just made couple minutes ago.


Orangutan (Pongo abelii)


Siamang (Symphalangus syndactylus)

Seperti biasa gue memakai Corel Draw 12. Untuk bikin dua gambar ini gue butuh waktu sekitar setengah hari, cukup lama juga, karena hasil gambarnya relatif sederhana. Dan sebenarnya gue kurang puas dengan hasilnya, tapi karena sudah deadline ya apa boleh buat :D

implisit

Tuesday, January 5, 2010 § 0







rasanya mereka terperangkap,

dalam dunia prasangka yang sebenarnya maya dan tak pasti.

mereka saling benci.



ya.



mereka membenci.

termakan prasangka yang mereka bangun sendiri.

tak ada konfirmasi, tak ada konferensi

yang jelas mereka satu sama lain saling caci.



namun hanya dalam hati. hanya dalam hati.



tak ada awalnya, maka tak ada yang mengakhiri.

hanya rasa saling iri yang kemudian dibawa pergi.







aku bosan

Saturday, August 22, 2009 § 0

aku bosan makan nasi.
aku bosan nonton tv.

aku bosan dengan semua
ide yang bersarang dikepala
tapi sembunyi tak mau keluar.

tak berani.

ingin aku buang jauh-jauh.
maunya lupa saja.

one lazy day

Wednesday, August 12, 2009 § 0

saya. hari ini.



today's doodling


the color player


the key G


currently reading


currently practicing

***

...
dan,

aku terhenti.
harus memilih.
tapi tak mau.
aku maunya begini saja.

seperti ini.
aku nyaman.
aman.

bisakah?

Thursday, August 6, 2009 § 0

What you give is what you got.

Tuesday, August 4, 2009 § 1

Judul diatas bukan sekedar quotation klise biasa. Hal itu bener-bener terjadi sama gw.

Jadi suatu sore, dalam perjalanan pulang ke rumah dari daerah Otista, ada seorang pengamen kecil yang tiba-tiba aja nangkring di pintu angkot (gw naik angkot sore itu). Dengan suara khas anak kecilnya dia nyanyi-nyanyi *
ya iyalah namanya juga pengamen*, lagunya samar2 gw ga begitu inget. Karena kasihan sama anak ini, gw kasihlah dia uang 500 perak. FYI, biasanya gw paling males dan sebel kalo ada pengamen, mau di bis, di angkot, dimanapun. Setelah gw kasih duit *tumben*, si anak ini masih nyanyi, sambil nungguin angkot berhenti dan nungguin penumpang lain ngasih duit juga tentunya. Ketika lampu merah, angkot berhenti, si pengamen kecil ngeloyor pergi.

Perjalanan berlanjut, sampe akhirnya gw tiba di tempat tujuan, di Caman. Gw turun dan ngasih uang 5000an ke supirnya. Biasanya, si supir bakal ngasih kembalian 1000, karena tarifnya 4000. Tapi begitu si supir ngasih kembaliannya, gw terhenyak, di tangan gw uang sebesar 1500.

Lima ratus rupiah lebih banyak dari biasanya.

Pengalaman gw sore itu emang simpel, tapi gw ga akan lupa seumur hidup gw. Sore itu gw dapet pelajaran dari sekeping uang 500 rupiah. Betapa Tuhan itu maha adil. What you really give, is what you really got. Betapa dalam memberi –dan menerima–, yang dituntut adalah kualitas, bukan kuantitas.

And I’ve been thinking a lot since then.

~~~

Re-post dari notes di Facebook gw. Follow this link to see the original post :)